Tidak banyak generasi muda yang peduli akan nilai-nilai sejarah, terutama nilai kebangsaan dari para founding fathers 

oleh -1.513 views

Tidak banyak generasi muda yang peduli akan nilai-nilai sejarah, terutama nilai kebangsaan dari para founding fathers negeri ini. Satu di antara yang sedikit peduli akan sejarah dan menyelami pemikiran tokoh-tokoh perjuangan kebangsaan dan perjuangan kemerdekaan adalah artis Olivia Zalianty, yang akrab disapa Oliv.

Pemain film Makrifat Cinta dan miniseri Ada Apa dengan Cinta ini, banyak membaca buku tentang Soekarno atau Bung Karno (BK). Seperti Sewindu Bersama Bung Karno yang ditulis oleh mantan ajudan proklamator RI itu, Bambang Widjanarko, Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat ditulis Cindy Adams, dan buku Indonesia Menggugat.

“Dari membaca itulah saya kagum terhadap sosok Bung Karno. Meski tindakan dia di sisi lainnya memunculkan kontroversi, tapi itulah manusia. Bagaimana tidak kagum? Dalam usia 21 tahun Bung Karno dan kawan-kawan sudah bisa menyatukan 17.000pulau menjadi Indonesia. Bayangkan sekarang ini, usia segitu generasi muda kita sekarang masih asyik bermain Tik Tok,” ungkap Olivia.

Mengagumi sosok dan pemikiran Bung Karno dan mencari jalan berkontribusi dalam membangun negeri, Oliv, yang baru saja pensiun sebagai atlet wushu itu mendirikan Yayasan Generasi Lintas Budaya. Di sana bergabung tokoh Jimly Asiddiqie dan seniman Raja Asdi.

Yayasan yang bergerak di bidang lingkungan dan budaya itu, pada tahun lalu menyelenggarakan acara merawat lingkungan dengan menanam ribuan pohon di beberapa daerah di pulau Sumatera di antaranya di Riau dan Payakumbuh, Sumatera Barat.

“Tahun ini kegiatan di luar ruang saya kurangi karena pendemi corona. Pada Mei lalu, kami menggelar acara Konser Amal Berbagi Kasih Virtual bersama Bimbo. Kala itu Bimbo menciptakan dan menyanyikan lagu terbaru berjudul Corona. Sebelum tayang kami sowan ke Ibu Megwati Soekarnoputri meminta beliau berkenan menyampaikan sambutan. Alhamdulillah disambut baik dan beliau mau memberikan sambutan,” tambah Olivia.

Hasil pengumpulan dana dari Konser Amal Berbagi Kasih, hampir mencapai Rp 5 miliar. Semua hasil itu dibagikan kepada yang berhak menerimanya. Di antaranya para pekerja seni dan jurnalis.

728×90 Leaderbord

“Saya prihatin waktu itu karena yang dikeluhkan adalah kehidupan pengemudi ojol dan perawat, sementara seniman dan jurnalis belum ada yang memperhatikan. Kesukesan acara itu tak lepas dari dukungan berbagai pihak di antaranya Ketua BNPB Doni Monardo, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Menteri LHK Siti Nurbaya, TVRI Pusat, Kominfo, Kementerian BUMN, Satgas Covid-19, Indika Foundation, Gerak BS, Parfi 56, BPIP, BRG, dan lembaga lainnya. Acara itu ditayangkan secara live virtual dari TVRI Pusat Jakarta direlay oleh 11 stasiun televise dan media steraming.

Seperti diketahui, pada 19 Desember baru lalu, Oliv bersama Yayasan Generasi Lintas Budaya menggelar acara pembacaan Puisi Bela Negara dalam rangka memperingati 72 tahun Hari Bela Negara. Acara yang menghadirkan beberapa tokoh secara daring itu mendapat sambutan yang baik dari masyarakat.

Acara itu didukung oleh Perpusnas,, Dirjen Kebudayaan Kemdikbud, BNPB, BRG RI, Gerak BS, Parfi 56. Juga didukung oleh TVRI Pusat yang melakukan taping gelaran tersebut. Pengisi acara Puisi Bela Negara di antaranya Gus Mus alias KH Mustofa Bisri Dirjen Polhum, Depdagri, serta tokoh lainnya seperti Jimly Asiddiqie, dan sambutan dari Menhan Prabowo Subianto.

Di episode kedua monolog Kota yang Berwibawa menceritakan Bung Karno adalah manusia yang mempunyai pikiran jauh ke depan. Patung patung yang kini berdiri mewarnai Jakarta, menjadi pemandangan tersendiri. Padahal, saat itu, pembuatan patung banyak dikecam karena tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat kala itu.

Dalam monolog ketiga, Jendela-Jendela Sejarah, tokoh aku bergumul dengan sejarah dan pikiran Bung Karno. Bapak bangsa yang bisa menyatukan belasan ribu pulau menjadi Indonesia.