Tidak ingin melupakan sejarah, PDIP Kota Tangerang ziarahi Makam Bung Karno

0 205

Blitar – Rombongan PDIP Kota Tangerang melakukan ziarah ke Makam Bung Karno (MBK), ziarah ini diikuti oleh perwakilan pengurus DPC, perwakilan tingkat kecamatan atau PAC, badan dan sayap partai (10/8/2019). Ziarah ini adalah rangkaian kegiatan rombongan PDIP Kota Tangerang dalam menyemarakan Kongres V PDI Perjuangan di Bali.

Rombongan langsung menuju batu nisan MBK, dan langsung melaksanakan doa tahlil untuk Sang Proklamator Bangsa Indonesia tersebut. Ziarah ini bermaksud ingin mendoakan agar segala perjuangan Bung Karno untuk bangsa Indonesia menjadi ladang amal pahala yang diterima oleh Allah SWT. Selain itu, bagi kader partai diharapkan ziarah ini adalah bagian dari tradisi yang tidak boleh ditinggalkan dalam rangka mengingat segala jasa beliau terhadap kemerdekaan negara ini.

Usai ziarah, rombongan langsung menuju Perpustakaan Bung Karno untuk melihat segala rupa dokumentasi dan peralatan Bung Karno semasa berjuang baik merebut maupun mempertahankan kemerdekaan.

Ketua DPC PDIP Kota Tangerang Gatot Wibowo saat dihubungi terpisah menyatakan, ziarah kali ini spesial karena dapat dilakukan bersamaan dengan seluruh perwakilan pengurus kecamatan, badan dan sayap partai tujuannya agar terus dapat terjaga kekompakan dan gotong royong seluruh kader partai.

“Ziarah ke Makam Bung Karno spesial karena menyertakan perwakilan pengurus partai di tingkat kecamatan dan badan maupun sayap partai, hal ini bagian dari memupuk kebersamaan dan soliditas kader partai Kota Tangerang” kata Gatot.

Kader partai lanjut Gatot, secara ideologis memiliki keyakinan bahwa sosok Bung Karno dan ajarannya adalah jalan bagi terwujudnya Indonesia yang adil dan makmur. Maka apabila kita meyakini ajarannya maka tidak boleh melupakan sosoknya pencetusnya yaitu Bung Karno sendiri.

Maka sudah sepatutnya tradisi di keluarga besar PDIP pada setiap momentum-momentum penting melakukan ziarah ke MBK. 

“Meyakini ajaran Bung Karno tidak boleh dilepaskan dengan sosoknya Bung Karno itu sendiri, maka ziarah ini juga untuk mempertebal keyakinan kita terhadap peran Bung Karno yang besar terhadap bangsa ini. Semoga kita terus mampu berkomitmen untuk meneruskan ajaran-ajaran Bung Karno,” jelasnya. 

Usai ziarah dan ke perpustakaan, rombongan langsung melanjutkan perjalanan ke Istana Gebang yang tidak lain adalah rumah keluarga besar Bung Karno dan rumah semasa kecil dan tumbuh dewasa Bung Karno.

Gatot mengatakan, agenda ke Istana Gebang ini khusus untuk menggali informasi kehidupan Soekarno kecil, informasi tentang keluarga Bung Karno dan bagaimana isi dari kehidupan rumah Soekarno yang penuh dengan kesederhanaan lazimnya rakyat biasa.

“Menggali pengetahuan terhadap rumah Bung Karno penting, agar kita merasa tidak ada yang berbeda antara Soekarno dengan kita dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran ini penting untuk menegaskan bahwa Soekarno lahir dari kesederhanaan rakyat biasa sama dengan kita”, pungkasnya.

Kegiatan terakhir diakhiri dengan silaturahmi kepada tokoh sepuh kaum nasionalis Blitar Bapak Juned Djuhaeri di kediamannya. Kesempatan ini dimanfaat oleh kader partai untuk menimba pengalaman perjuangan senior partai yang penuh penderitaan di era orde baru.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang Andri S Permana menjelaskan, pertemuan silaturahmi dengan tokoh senior partai adalah bagian dari pelaksanaan amanat Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarno Putri tentang jangan sekali-kali meninggalkan sejarah atau JASMERAH. Selain untuk menghormati tokoh sepuh partai juga untuk menambah semangat juang kader, bahwa apa yang kita nikmati hari ini adalah buah perjuangan para senior partai yang telah penuh dengan penderitaan dalam berjuang menegakan keadilan semasa orde baru. Maka tugas kita generasi saat ini adalah untuk meneruskan segala perjuangan luhur bangsa ini dalam mewujudkan cita-citanya.

“Amanat Ibu Megawati Soekarno Putri jelas tentang Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah atau dikenal JASMERAH. Maka bersilaturahmi dengan senior partai adalah pengejawantahan amanat ketum tersebut, bahwa para pelaku sejarah partai di masa-masa sulit partai ini dapat kita petik segala hikmah perjuangannya, maka kita sebagai generasi muda sangat perlu mendengar saran dan masukan dari beliau agar semangat dan cita cita perjuangan tidak melupakan sejarah perjuangan itu sendiri termasuk siapa saja tokoh-tokoh yang terlibat”, jelasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Chat DJ