Tiga orang anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) akhirnya berhasil dipulangkan ke tanah air

oleh -419 views

Tiga orang anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) akhirnya berhasil dipulangkan ke tanah air setelah sempat terdampar selama enam bulan di atas Kapal Windstar Cruise yang bersandar di Tahiti, French Polynesia. Salah satu ABK yang dipulangkan berasal dari Klaten, Jawa Tengah, bernama Arif Nurmansyah.

“Perjuangan panjang tim perlindungan Konsulat Jenderal Indonesia di Los Angeles akhirnya menuai hasil. Arif dan dua ABK lainnya akhirnya berhasil dipulangkan Minggu (14/2/2021) malam waktu Tahiti,” kata Konsul Protokol Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Los Angeles, Ardian B Nugroho.

Ketiga ABK WNI tersebut telah bersandar di Tahiti, French Polynesia, sejak Agustus 2020. Ardian mengatakan kondisi pandemi Covid-19 telah menutup akses penerbangan internasional dari Tahiti.

“Sementara itu, kondisi pandemi di sana pun kian mengkhawatirkan. Fasilitas ICU pun terbatas hanya untuk warga setempat. Semua warga negara asing diimbau untuk meninggalkan Tahiti sesegera mungkin,” kata Ardian.

Di tengah kondisi tersebut, Tim Perlindungan KJRI Los Angeles terpaksa berkejaran dengan waktu. Ardian menjelaskan upaya pemulangan Arif dan dua ABK lainnya nyaris berhasil pada pertengahan November 2020, tapi karena satu dan lain hal, rencana kepulangan harus ditunda dan dicarikan alternatif rute lainnya, Jumat (19/2/2021).

Ketiga ABK WNI tersebut telah bersandar di Tahiti, French Polynesia, sejak Agustus 2020. Ardian mengatakan kondisi pandemi Covid-19 telah menutup akses penerbangan internasional dari Tahiti.

“Sementara itu, kondisi pandemi di sana pun kian mengkhawatirkan. Fasilitas ICU pun terbatas hanya untuk warga setempat. Semua warga negara asing diimbau untuk meninggalkan Tahiti sesegera mungkin,” kata Ardian.

728×90 Leaderbord

Di tengah kondisi tersebut, Tim Perlindungan KJRI Los Angeles terpaksa berkejaran dengan waktu. Ardian menjelaskan upaya pemulangan Arif dan dua ABK lainnya nyaris berhasil pada pertengahan November 2020, tapi karena satu dan lain hal, rencana kepulangan harus ditunda dan dicarikan alternatif rute lainnya.

“Sejak November 2020, kami menjajaki berbagai kemungkinan rute kepulangan. Dari mulai Vancouver (Kanada) sampai via Auckland (New Zealand) dengan kapal kargo yang kemudian dilanjutkan dengan penerbangan ke Jakarta,” lanjut Ardian.

Pemulangan Arif tidak lepas dari bantuan US Consular Agency di Tahiti.

“Kami sangat terbantu dengan Mr Christopher Kozely. Beliau adalah pejabat Pemerintah AS yang dengan tulus membantu Tim untuk memulangkan Arif dan lainnya,” lanjut Ardian.

Sejak pertengahan 2020, KJRI Los Angeles telah memfasilitasi kepulangan 13 ABK WNI dari Tahiti. Pemulangan tersebut terbilang tidak mudah lantaran kondisi pandemi Covid-19 dan ketersediaan penerbangan internasional di Tahiti.