Tikar Tempat Tidur Berdampingan Tungku Hingga Urus Dua Anak Disabilitas, Nurhudin Warga Limau Butuh Perhatian

oleh -309 views

Tanggamus – Potret kemiskinan masyarakat warga Kabupaten Tanggamus kembali muncul ke permukaan, setelah sebelumnya bujangan 50 tahun di Kecamatan Semaka penyandang disabilitas yang merawat ibunya seorang diri dengan penghasilan Rp20 ribu.

Kali ini warga Pekon Antarbrak Kecamatan Limau bernama
Nurhudin (59) selaku kepala keluarga yang tinggal ber-enam terdiri dari istri dan 4 anak di gubuk yang berukuran 4×6 meter tanpa kamar tempat tidur.

Pantauan di rumah Nurhudin, rumahnya hanya dibatasi setengah dinding dan berlantai tanah, beratap genteng, rumah kecil yang jauh dari kata sehat, bahkan daun jendelanya pun sudah hampir copot dari dindingnya.

Tampak juga pakaian berserakan diatas dinding papan rumah karena tak memiliki lemari. Bahkan tempat tidur beralaskan tikar mereka diatas tanah tanpa semen berdekatan langsung atau menyatu dengan dapur tempat istri Nurudin memasak untuk keluarga itu.

Selain rumah yang tidak layak huni itu, tempat mandi cuci kakus (MCK) sangat tidak sehat, begitu juga untuk penerangan rumah, Nurhudin hanya mengandalkan listrik dengan menyalur PLN tetangganya.

Parahnya lagi, di usia senjanya. Nurhudin harus merawat dua anaknya yang butuh perlakukan khusus atau disabilitas karena menderita down sindrom alias idiot.

Kedua putra Nurhudin bernama Andrian Saputra (22) dan Agil Man (16) mengalami keterbelakangan mental sehingga tidak bisa mengikuti pelajaran disekolah seperti teman-temannya, dikarnakan keduanya malu dengan teman sebayanya.

Untuk menghidupi keluarganya, Nurhudin sebagai petani kebun kopi dengan penghasilan tidak menentu, terkadang sehari-harinya dia juga sempatkan untuk upahan apa saja yang bisa menghasilkan uang, agar keluarganya dapat memenuhi pangan keluarganya.

Ditemui dikediamannya, Nurhudin berharap kepeda pemerintah dapat membantu pengobatan kedua putranya atau memberikan bantuan selaku disabilitas kepada kedua putranya tersebut.

Selain itu juga, Nurhudin berharap agar keluarganya mendapatkan bantuan bedah rumah layak huni sehingga keluarganya merasa nyaman dalam menjalani hidup sehari-hari.

“Anak saya dua enggak bisa apa-apa, jadi enggak sekolah. Kalo bantuan dari Pemerintah itu ada PKH, tapi yang lain juga bedah rumah jug belum,” kata Nurhudin.

Sementara itu, menurut keterangan Kepala Pekon Antar Brak Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus Viendra Sari bahwa memang benar Nurhudin memunyai empat anak namun dua anaknya tidak bisa bicara karena penyakit down sindrom.

Viendra Sari yang bersedia mengantarkan tim ke rumah Nurhudin bersama aparat pekonnya juga memberikan bantuan kepada keluarga keluarga tersebut.

“Kami selaku pemerintah pekon, sangat prihatin dengan keadaan bapak Nurhudin dan berupaya mengajukan proposal bedah rumah kepada ibu Bupati, semoga dapat diterima demi membantu bapak Nurhudin agar bisa lebih layak, lebih sehat dan lebih sejahtera kedepannya,” kata Viendra Sari.

Terkait MCK yang tidak layak di rumah Nurhudin, Viendra mengaku akan menggunakan program desa jambanisasi. “Program jambanisasi akan kami prioritaskan kepada keluarga Nurhudin,” ujarnya.

Terkait adanya dua putra Nurhudin yang mengalami Disabilitas, Viendra juga berharap kepada Bupati Tanggamus untuk memberikan bantuan.

“Karena adanya putra bapak Nurhudin adanya yang disabilitas, kami mohon sekali lagi adanya bantuan untuk mereka,” harapnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.