Tim putra Jakarta Pertamina Energi (JPE) menyapu bersih kemenangan pada seri ketiga putaran pertama Proliga 2020

0 41

Pertandingan Premier League antara Manchester City melawan West Ham United

Tim putra Jakarta Pertamina Energi (JPE) menyapu bersih kemenangan pada seri ketiga putaran pertama Proliga 2020 yang berlangsung di Palembang, Sumatera Selatan. Kemenangan terakhir JPE didapat setelah menundukkan Lamongan Sadang MHS dengan skor 3-2 (21-25, 25-17, 25-20, 15-25, 15-7), di Gedung PSCC, Palembang, Minggu (9/2/2020).

Dengan hasil ini, JPE kini menambah koleksi poin mereka menjadi 13. Sementara itu, Sadang yang mendapat 1 poin dari kekalahan tersebut dipastikan menutup putaran pertama Proliga 2020 dengan 4 poin.

Duel antara JPE dan Sadang berjalan sengit dan menarik sejak set kesatu dimainkan. Kedua tim bergantian memegang kendali permainan sehingga pertandingan harus diselesaikan melalui lima set.

Pada set kesatu, Sadang mampu mengungguli JPE dengan marjin empat poin (25-21). Namun, JPE membalas pada set berikutnya. Skuad besutan Pascal Wilmar itu menang dengan skor 25-17.

JPE melanjutkan momentum pada set ketiga. Meski mendapat perlawanan sengit dari Sadang, mereka tetap mampu menjaga fokus untuk memenangi set. Skor pun berganti menjadi 2-1 untuk keunggulan JPE.

Meski begitu, Sadang tak lantas patah arang. Sebaliknya, mereka balik menghajar JPE pada set keempat.

Pascal bahkan sempat meminta time out ketika timnya tertinggal 6-12 dari Sadang. Namun, upaya JPE untuk menghentikan momentum kubu lawan tak berhasil.

JPE cuma bisa menipiskan skor menjadi 9-14. Setelah itu, Sadang kembali meninggalkan perolehan skor JPE, 19-10, melalui servis ace Oky Setia Primadi.

Sadang lalu mencapai set point dalam kedudukan 24-15. Tanpa menunggu lama, klub yang dilatih Putut Marhaento itu langsung menutup set keempat dengan kemenangan setelah smes keras Oky Puji Setyawan tak bisa diblok dengan baik oleh JPE.

JPE baru bisa kembali ke irama permainan mereka saat set kelima dimainkan. Pada fase ini, JPE membuktikan bahwa mereka adalah tim dengan kematangan mental bertanding yang lebih baik. JPE memenangi set penentu dengan skor 15-7.

“Pertandingan tadi kami mengikuti irama permainan Sadang, terbawa arus. Namun, kami harus bisa bangkit lagi dan memainkan permainan kami sendiri,” ucap Pascal seusai laga.

“Set keempat tadi saya memang sengaja lepas dan menarik pemain-pemain inti keluar supaya set kelima bisa fokus lagi. Buat apa juga saya paksa main ketika sudah tertinggal 10 poin,” tandasnya.

“Emosi anak-anak juga tadi sudah mulai tidak terkontrol karena banyak keputusan wasit yang merugikan,” tutur Pascal lagi.

Sementara itu, asisten pelatih Sadang, Marjoko Sigit, menilai performa skuadnya lebih baik dibanding sebelum-sebelumnya. Hanya, kendala servis dan receive yang tak kunjung usai membuat Sadang kehilangan kesempatan untuk meraih kemenangan.

“Kendala anak-anak itu, saat imbang di perebutan poin-poin kritis, 15 ke atas, mereka nggak bisa terima dengan baik. Banyak mati sendiri, sehingga semangat tim jadi drop,” kata dia.

“Pada awal set kelima, receive juga nggak bagus, padahal pada set ini, mental bertanding yang berperan. Kalau sudah drop, sulit untuk naik lagi,” ucap Sigit lagi

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Chat DJ