Tingkatkan Kapasitas dan Motivasi Pelayanan, Dinsos DKI Latih Pengelola E-Warong

0 89

 

dnewsradiio.com –  Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta menggelar pembinaan dan pemantapan kepada 253 pengelola Eletronik Warung Gotong Royong (E-Warong) kube jasa yang berasal dari lima wilayah Kota Administrasi DKI Jakarta. E-Warong kube jasa sendiri saat ini sudah ada sebanyak 253 unit.

Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Irmansyah mengungkapkan E-Warong KUBE Jasa merupakan sarana dalam pelaksanaan program penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), yang saat ini dan ke depan diharapkan meningkatkan pengelolaan yang lebih profesional dan berkualitas. “Kegiatan ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat dalam merevitalisasi ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan Ultra Mikro bagi UMKM khususnya perlindungan dan pemberdayaan sosial Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT),” ungkap Irmansyah usai membuka acara tersebut, Jumat (26/7).

Kepada peserta yang hadir, Irmansyah berpesan agar pengelola E-Warong lebih bijaksana dalam mengelola keuangan. “Ketika mendapatkan keuntungan dari situ, maka keuntungan itu disarankan sebagian dijadikan untuk modal untuk peningkatan pendapatan, agar lebih besar lagi e-warongnya. Hingga nanti, fungsi E-Warong bukan saja mendistribusikan BPNT tapi juga hal lainnya, suatu yang produktif lagi,” terang Irmansyah.

“Dengarkan dan simak apa yang disampaikan oleh narasumber. Kita ingin, e warong dalam mengelola keuangan lebih baik lagi. Kami Dinsos, di bawah Kemensos, akan memberikan support sepenuhnya, sehingga E-Warong di DKI Jakarta tumbuh dan memberi manfaat yang lebih besar,” lanjutnya.

Sebagai informasi, program Penyaluran BPNT Provinsi DKI Jakarta dilaksanakan di 5 (lima) wilayah Kota Administrasi dan 1 (satu) Kabupaten Kepulauan Seribu, dengan total 172.239 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Kepala Bidang Pengembangan Kesejahteraan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin (PKS PFM) Susana Budi Susilowati mengatakan, dalam pengembangan E-Warung KUBE Jasa diperlukan pelatihan keterampilan secara berkesinambungan terhadap para pengelolanya. “Bangun sinergitas dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membuka akses pengembangan wawasan dan keterampilan manajerial pengelolaan ke arah profesionalitas, terlebih dalam penyusunan laporan keuangan,” ungkap Susan.

Acara tersebut menghadirkan berbagai narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni dari Direktorat Penanganan Fakir Miskin Wilayah II Kementerian Sosial RI mengenai Kebijakan Pusat tentang penguatan manajemen E-Warong dan KUBE Jasa, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi DKI Jakarta tentang pelaporan keuangan SIAPIK, serta BNI Cabang Kemayoran tentang fungsi BNI dalam pengembangan manajemen E-Warong.

Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, dapat meningkatkan kualitas e-warong dalam pelayanan penyaluran BPNT kepada para Keluarga Penerima Manfaat (KPM), meningkatkan akuntabilitas pelaporan keuangan E-Warong berbasis digital, juga meningkatkan pemasaran E-Warong KUBE Jasa dalam produk yang lebih beragam, tidak hanya produk BPNT semata.(mar)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Chat DJ