Tiongkok telah menyisihkan Amerika Serikat (AS) sebagai negara yang telah mengumpulkan kekayaan bersih terbesar saat kekayaan global melonjak

oleh -1.425 views

Tiongkok telah menyisihkan Amerika Serikat (AS) sebagai negara yang telah mengumpulkan kekayaan bersih terbesar saat kekayaan global melonjak. Seperti dilaporkan RT, Senin (15//11/2021), hal itu terungkap dalam satu laporan baru oleh McKinsey & Co.

Menurut McKinsey, kekayaan Tiongkok meroket selama dua dekade terakhir. Kekayaan bersih Tiongkok meningkat 17 kali lipat dari US$ 7 triliun pada 2000 menjadi US$ 120 triliun pada 2020.

Tiongkok menyumbang sekitar sepertiga dari peningkatan kekayaan bersih global selama periode itu. Pada tahun 2000, Tiongkok bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), yang mempercepat pendakian ekonominya.

“AS melihat kekayaannya berlipat ganda selama periode waktu yang sama. Washington harus memberi jalan kepada Beijing dalam daftar 10 negara terkaya karena kekayaan bersihnya hanya mencapai US$ 90 triliun pada tahun 2020,” kata McKinsey.

Di kedua negara, menurut laporan, lebih dari dua pertiga kekayaan yang terkumpul berada di kantong 10% rumah tangga terkaya. Secara total, kekayaan global mencapai US$ 514 triliun pada tahun 2020, naik dari US$ 156 triliun pada tahun 2000.

McKinsey menyebut sekitar 68% dari kekayaan itu disimpan di properti real estat. Pertumbuhan properti yang cepat bahkan melampaui peningkatan PDB dunia selama periode yang sama.

Peningkatan kekayaan global telah didorong oleh harga properti yang menggelembung, kata perusahaan McKinsey, seraya memperingatkan bahwa lonjakan nilai real estat mungkin tidak berkelanjutan.

“Harga tinggi mungkin sulit dijangkau bagi banyak orang yang ingin membeli properti residensial,” katanya.

McKinsey menambahkan situasi seperti itu dapat menyebabkan krisis keuangan baru yang serupa dengan tahun 2008, yang dipicu oleh pecahnya gelembung perumahan AS. Kali ini, hal itu dapat memengaruhi Tiongkok juga karena utang yang dimiliki oleh pengembang propertinya.

“Runtuhnya harga aset bisa membuat sepertiga dari kekayaan global hilang,” kata perusahaan konsultan itu.

No More Posts Available.

No more pages to load.