Tips Pola Asuh Anak Tanpa Menghakiminya

Tips Pola Asuh Anak Tanpa Menghakiminya

Tips314 Dilihat

Menjaga dan mengasuh anak sejak lahir memang merupakan kewajiban dan tanggung jawab orangtua. Setiap orangtua juga akan melakukan dan memberikan yang terbaik bagi anaknya. Namun, tak jarang juga banyak dari mereka yang menerapkan pola asuh hanya memikirkan dirinya tanpa memikirkan dampaknya bagi kesehatan mental anak seperti depresi atau stres karena tertekan.

Walaupun setiap orangtua tahu yang terbaik bagi anaknya dan memiliki pola asuh masing-masing, tetapi pastikan kamu menerapkan pola asuh dengan mempertimbangkan kondisi anak. Jangan sampai kamu dan pasangan membuat pola asuh yang menjadikan anak merasa tidak nyaman ketika berada di rumah atau tertekan dengan tuntutan-tuntutan yang diberikan.

Dilansir dari verywellfamily.com, pola asuh yang diterapkan setiap orangtua dapat memberi pengaruh pada keseluruhan hidup anak baik harga diri, kesehatan fisik, maupun cara mereka berhubungan dengan orang lain. Oleh karena itu, penting untuk orangtua memastikan pola pengasuhan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara sehat.

Tips Pola Asuh Anak Tanpa Menghakiminya

Otak anak-anak seperti spons yang dapat menyerap semua yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, mereka perlu dukungan dan penghargaan dari apapun yang dikerjakannya maka pola asuh yang baik tanpa menghakimi anak perlu diterapkan oleh orangtua. Dilansir dari coachingwithgeeta.com, terdapat beberapa hal yang perlu diingat untuk membuat anak tidak merasa dihakimi selama mendapatkan pengasuhan.

Tingkat kepercayaan diri

Percaya diri sangat penting untuk mendukung kehidupan anak. Namun, seringkali anak yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi diremehkan dalam kehidupannya mulai dari hal pencapaian hingga cara mereka memandang diri sendiri. Oleh karena itu, sebagai orangtua dapat mendukung anaknya untuk tetap percaya diri dan mau terbuka jika mengalami bullying yang dapat menurunkan kepercayaan dirinya.

Tetap tenang, bersikap positif, dan sabar

Hal-hal sederhana seperti pujian atas pencapaian yang telah dicapai anak terkadang justru membuat mereka semakin semangat dan merasa didukung untuk melakukan kegiatan yang disenanginya. Selain itu, sebagai orangtua juga dapat mengubah pandangan mereka terhadap kegagalan yang bukan berarti anak harus menyerah, tetapi justru menjadi batu loncatan untuk terus mencoba dan berusaha hingga menuju kesuksesan. Orangtua juga dapat mendorong anak untuk melakukan yang terbaik dan tidak selalu fokus pada kemenangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *