Tubuh bayi cenderung masih rapuh dan rentan terhadap penyakit

Tips281 Dilihat

Tubuh bayi cenderung masih rapuh dan rentan terhadap penyakit. Normal halnya bayi terkena demam, karena penyakit ringan tersebut sifatnya hanya sementara dan bisa sembuh dengan perawatan di rumah. Demam pada bayi biasa disebabkan karena infeksi virus dan gejala yang dialami bervariasi. Bayi yang demam cenderung mudah menangis dan tidak bisa tidur dan makan dengan baik. Semakin tinggi suhu bayi, semakin rentan pula perubahan emosi si bayi karena suhu panasnya yang sangat mengganggu.

Namun, demam pada bayi bisa bermanfaat dalam membantu tubuh untuk melawan infeksi. Meskipun memberikan efek tidak nyaman, demam dapat bermanfaat dalam membantu tubuh untuk melawan infeksi itu sendiri. Hal ini yang membuat sistem kekebalan tubuh meningkat. Selain karena infeksi virus, demam pada bayi bisa dari efek samping penyuntikan vaksin imunisasi. Ini normal dan tidak berbahaya dan berlangsung selama 2 hingga 3 hari. Efek samping demam ini menunjukkan bahwa vaksinnya sedang bekerja.

Namun ada beberapa gejala yang memerlukan perawatan medis, seperti kesulitan bernapas, lesu, muntah, dan kejang harus mendapat perhatian medis. Demam berbahaya bisa menjadi gejala dari berbagai penyakit infeksi virus, seperti meningitis atau infeksi bakteri pada selaput yang menutupi sumsum tulang belakang dan jaringan otak. Selain itu beberapa penyakit lain penyebab dari demam berbahaya adalah infeksi telinga atau otitis media, pneumonia, dan infeksi saluran kemih. Perhatikan ciri-ciri berikut untuk mengetahui gejala demam yang dialami sang buah hati.

Suhu badan yang tinggi

Dikutip dari Seattle Childrens, suhu normal pada bayi bisa mencapai 36 di pagi hari hingga 37 celsius sepanjang hari. Banyak dokter yang mengatakan bahwa bayi mengalami demam tinggi jika sudah mencapai 39 celsius. Walaupun jarang terjadi, demam bayi mencapai taraf berbahaya jika sudah mencapai 41 celsius. Jika suhu tubuh sudah mencapai angka tersebut, sebaiknya segera untuk mengunjungi dokter anak untuk mendapatkan medis agar dengan cepat bisa ditangani sebelum sang buah hati terus menderita.

Lemas dan lesu

Perhatikan perilaku anak, ketika mereka merasa sangat sakit dan kepanasan yang berlebihan mereka cenderung tidak memiliki tenaga untuk bergerak dengan normal. Bayi akan menangis terus-menerus karena merasa tidak nyaman dan terganggu. Mereka juga sulit untuk menelan cairan atau bahkan hanya meminum ASI, hal ini yang berbahaya karena anak akan kekurangan cairan yang berujung dehidrasi.

Mual, muntah, dan diare

Selain kesulitan bernapas, jika bayi mulai merasakan mual, muntah, dan diare dalam beberapa waktu secara terus-menerus bisa menyebabkan kekurangan cairan. Hal ini yang akan menyebabkan dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit, bisa berbahaya bagi kesehatan sang bayi. Muntah dan diare secara terus-menerus juga membuat sang buah hati kelelahan dan lesu karena semua asupan makanan telah dikeluarkan.

Muncul bintik-bintik kecil pada kulit

Demam berbahaya pada bayi juga bisa terlihat dari munculnya bintik-bintik kecil atau ruam berwarna ungu kemerahan pada kulit tubuh. Dikutip dari Healthdirect,  munculnya bintik-bintik ini dikarenakan adanya infeksi dari virus, seperti campak, rubella, dan herpes. Selain itu juga bisa disebabkan karena infeksi bakteri, seperti impetigo atau selulitis.

Kesulitan bernapas

Bayi yang sulit bernapas atau mengalami sesak napas bisa menjadi ciri-ciri demam berbahaya, bahkan mengalami masalah pernapasan yang serius. Kondisi seperti ini harus secepatnya dievaluasi oleh dokter, agar mencegah datangnya penyakit lainnya, seperti pneumonia atau bronkitis.

Waktu yang tepat untuk kunjungi dokter

Jika bayi sudah mengalami ciri-ciri diatas dan masih berusia kurang dari 3 bulan, segera hubungi pelayanan media kesehatan untuk mendapatkan perawatan profesional. Bayi cenderung masih sangat rentan terhadap penyakit karena sistem kekebalan tubuh mereka yang belum sempurna. Apabila suhu tubuh bayi kerap belum turun juga setelah lebih dari tiga hari, ini bisa mengacu pada kondisi kesehatan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *