Untuk mengatur arus lalu lintas menuju pelabuhan, Korlantas akan memberlakukan delaying system (system tunda) mengingat kapasitas pelabuhan yang terbatas

Untuk mengatur arus lalu lintas menuju pelabuhan, Korlantas akan memberlakukan delaying system (system tunda) mengingat kapasitas pelabuhan yang terbatas

Nasional280 Dilihat

Untuk mengatur arus lalu lintas menuju pelabuhan, Korlantas akan memberlakukan delaying system (system tunda) mengingat kapasitas pelabuhan yang terbatas.

“Beberapa opsi untuk mengatur atau mengurai arus yang masuk ke pelabuhan, kami akan memberlakukan delaying system. Delaying sistem ini memang harus kita lakukan karena kapasitas pelabuhan terbatas,” ujar Kakoralantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan sesuai rapat koordinasi dalam rangka pengamanan arus balik Idulfitri 1445 H, di Gedung Serba Guna Polda Lampung, Jumat (12/4/2024).

Dalam kesempatan tersebut, selain Kakorlantas Porli Irjen Pol Aan Suhanan, hadir juga Menko PMK Muhadjir Effendy, Menhub Budi Karya Sumadi, dan Dirjen Hubdat Hendro Sugiatno.

Turut hadir pula, Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika, Dirregident Korlantas Polri Brigjen Pol Yusri Yunus, Gubernur Lampung Arinal Djunaedi, dan Direktur Operasional PT Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana.

“Delaying system harus dilakukan karena kapasitas pelabuhan yang sangat terbatas artinya, kita atur perjalanan dari rest area terdepan dan seterusnya,” kata Aan.

Menurut Kakorlantas Aan Suhanan, apabila di Pelabuhan Bakauheni sudah kosong, kendaraan yang berada di rest area terdekat dan selanjutnya dapat masuk ke pelabuhan untuk menyeberang.

Dikatakan, dalam evaluasi kecelakaan lalu lintas secara nasional mengalami penurunan 12%. Namun, dengan adanya dua kejadian menonjol saat arus mudik, Kakorlantas berpesan kepada pengemudi untuk memastikan diri dalam kondisi sehat dan stamina kuat serta tidak memaksakan berkendara apabila lelah.

“Melihat evaluasi kecelakaan lalu lintas secara nasional ada penurunan 12%, begitu juga tingkat fatalitas turun. Namun, kita prihatin ada 2 kejadian menonjol,” kata Irjen Pol Aan.

Dikatakan, stamina warga yang akan melakukan perjalanan kembali ke Jakarta maupun ke Sumatera, harus fit.

“Pastikan maksimal 4 jam harus istirahat.  Dua kasus tadi itu penyebab utamanya adalah kelelahan,” tambahnya.

Ia mengimbau, masyarakat yang akan pulang menggunakan kendaraan umum atau sewa agar memastikan kelayakan kendaraan dan mengunjungi tempat resmi.

“Kepada masyarakat apabila akan menggunakan kendaraan umum atau sewa pastikan kendaraan yang resmi, tidak menggunakan kendaraan sewa yang tidak resmi karena kita tidak bisa menjamin kendaraan itu layak jalan atau tidak,” tegas Kakorlantas.

Lebih lanjut Kakorlantas mengatakan, pengemudi yang akan menggunakan akomodasi kapal, diimbau untuk membeli tiket dalam jarak 2,41 km menuju pelabuhan, karena tidak ada penjualan tiket di pelabuhan.

“Tidak ada penjualan tiket di pelabuhan. Sudah diberlakukan geopensing, artinya hanya di 2,41 km baru bisa beli tiketnya, yang tidak bertiket tidak bisa masuk ke pelabuhan,” tutup Irjen Pol Aan.