Untuk meningkatkan rasa kepedulian dan kesadaran remaja menjaga kelestarian lingkungan hidup terutama di wilayah pesisir pantai

Untuk meningkatkan rasa kepedulian dan kesadaran remaja menjaga kelestarian lingkungan hidup terutama di wilayah pesisir pantai

Daerah32 Dilihat

Untuk meningkatkan rasa kepedulian dan kesadaran remaja menjaga kelestarian lingkungan hidup terutama di wilayah pesisir pantai, puluhan siswa tingkat atas turut serta dalam pengolahan limbah plastik yang mereka lakukan bersama-sama pada akhir pekan ini.

Pantai Tanjung Pasir di Kabupaten Tangerang menjadi tujuan SMA Labschool Cibubur yang terdiri dari 58 siswa kelas 11 dan 12 program France Track, enam guru pendamping, dua pendamping dari Institut Français Indonésie (IFI), dengan arahan dari empat orang pendamping OceanKita.

Selain Indonesia, kegiatan yang bernama Odysee Plastique ini diikuti oleh sejumlah negara seperti Malaysia, Filipina, Taiwan dan beberapa negara Eropa, seperti Prancis.

Sebagai perwakilan negara, para siswa SMA Labschool Cibubur menunjukkan kontribusi nyata dengan melakukan aksi bersih pantai dan mengolah limbah plastik yang sudah dikumpulkan.

Dalam grup kecil, para peserta mengumpulkan limbah plastik yang ditemukan di pesisir pantai, lalu mengklasifikasikan limbah tersebut sesuai dengan jenisnya, hasil pendataan menunjukan  jumlah limbah yang terkumpul dalam satu bagian pesisir pantai mencapai 129,4 kg yang didominasi pembungkus makanan sekali pakai.

Limbah tersebut kemudian akan diolah bersama dengan salah satu komunitas pengelola plastik Stuffo Lab GudRnD.

Selanjutnya siswa-siswi program France Track mempresentasikan hasil data tersebut di hadapan peneliti Pusat Riset Oseanografi-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Deny Yogaswara. Presentasi tersebut berlokasi di Institut Français Indonésie (IFI) Jakarta-Thamrin.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran diri khususnya para remaja atas permasalahan lingkungan yang terjadi karena kelangsungan hidup manusia di masa depan sangat bergantung pada mereka sebagai generasi penerus bangsa,” kata Deny Yogaswara pada Minggu (26/5/2024).

Para peserta siswa kegiatan Odysee Plastique menunjukkan antusiasmenya yang tinggi dan mereka menarik kesimpulan bahwa masyarakat seharusnya memiliki tanggung jawab dalam pemeliharaan lingkungan karena limbah pasti dihasilkan setiap hari yang apabila tidak diolah maka akan berdampak negatif pada lingkungan.

Direktur Sustenea dan Pimpinan OceanKita, Nicholas Bernier mengungkapkan limbah plastik adalah isu serius yang berkaitan dengan keberlangsungan hidup manusia, bahwa setiap lapisan masyarakat dari berbagai usia wajib melakukan aksi nyata mulai dari hal kecil yaitu dengan mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya bangga terhadap para siswa program France Track SMA Labschool Cibubur ini sebagai bagian dari agent of change atau agen perubahan yang mengambil peran dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir pantai,” ujarnya.

Selain menjaga lingkungan, dari kegiatan ini mereka juga dapat meningkatkan kemampuan bahasa Perancis. Mereka dapat berdiskusi  secara langsung  dan  video conference dengan penutur asli.

Diskusi tersebut menginspirasi para siswa program France Track  SMA Labschool Cibubur yang melihat tindakan nyata dari Franziska Fennert membuat bata dari limbah plastik menjadi karya seni yang luar biasa.

Kegiatan ini membuktikan bahwa tindakan kecil dengan niat besar dapat menghasilkan perubahan positif yang berkelanjutan, baik bagi lingkungan maupun pengembangan diri siswa.