Viral aksi pencurian di rumah Wali Kota Medan Bobby Nasution di media sosial. Mulanya narasi di media sosial menyebut bahwa uang senilai Rp 1 miliar hilang

 Viral aksi pencurian di rumah Wali Kota Medan Bobby Nasution di media sosial. Mulanya narasi di media sosial menyebut bahwa uang senilai Rp 1 miliar hilang

Daerah29 Dilihat

Viral aksi pencurian di rumah Wali Kota Medan Bobby Nasution di media sosial. Mulanya narasi di media sosial menyebut bahwa uang senilai Rp 1 miliar hilang. Namun, yang hilang bukan uang, melainkan sembako yang diambil oleh oknum pegawai.

Awal mula kronologi kehilangan sembako di rumah dinas Bobby Nasution itu ketika Muhammad Sorimuda Pane tengah melakukan pengecekan sembako yang ada di gudang rumah dinas wali kota Medan yang berada di Jalan Sudirman, Kota Medan.

Namun setelah dilakukan pengecekan, stok sembako berkurang. Karena merasa curiga, Sorimuda Pane melakukan pengecekan dengan membuka rekaman CCTV dan menemukan para pelaku yang dicurigai telah diduga melakukan pencurian sembako tersebut.

Selanjutnya, Sorimuda Pane melaporkan peristiwa pencurian sembako tersebut ke Polres Kota Besar Medan pada Minggu 12 Mei 2024.

“Jadi setelah kita lakukan penyelidikan dengan pengecekan rekaman CCTV, kita langsung mengamankan ketiga terduga pelaku. Untuk kerugian dari pelapor itu menerangkan ada beberapa item sembako, sehingga kalau kerugian dari pelapor lebih kurang Rp 3 juta,” jelas Kasat Reskrim Polres Kota Besar Medan Kompol Jama Kita Purba pada Minggu (26/5/2024).

Dalam kasus ini penyidik Satreskrim Polres Kota Besar Medan telah menyita sejumlah barang bukti sembako hasil curian tersangka, yakni sejumlah minyak goreng, gula, beras, gelas, dan beberapa perabotan rumah tangga lainnya.

Akan tetapi, setelah ditetapkan tersangka, dua pekerja rumah dinas (rumdis) wali kota Medan dan seorang petugas honorer Satuan Polisi Pamong Praja Kota Medan yang diduga melakukan aksi pencurian sembako kini telah menghirup udara bebas pada Sabtu (25/5/2024) kemarin. Polisi telah mengabulkan penangguhan kepada para tersangka setelah pihak keluarga melakukan permohonan dan penjaminan.

Ketiga tersangka tersebut diketahui masing -masing berinisial EN (42) dan ADD (44) yang merupakan pasangan suami-istri warga Jalan Abdul Kadir, Desa Bandar Khalipa, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang. Lalu, AS (39) yang merupakan honorer Satpol PP Kota Medan, warga Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Deli Serdang.

Meskipun penangguhan penahanan ketiga tersangka telah dikabulkan, pihak Satreskrim Polres Kota Besar Medan akan tetap melanjutkan perkara kasus pencurian sampai ke jenjang pengadilan. Ketiga pelaku telah dipersangkakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian yang ancaman hukumannya maksimal lima tahun penjara.