viralnya lagu “The Spirit of Papua” karya Sutradara Alffy Rev yang dinyanyikan Nowela Mikhelia. Sebagai wanita Papua, Nowela bangga menyanyikan lagu The Spirit of Papua

oleh -681 views

Pelaksanaan PON XX di Papua sudah selesai, namun resonansi semangat dan euforianya masih terasa hingga saat ini dan ke depan. Salah satunya adalah viralnya lagu “The Spirit of Papua” karya Sutradara Alffy Rev yang dinyanyikan Nowela Mikhelia. Sebagai wanita Papua, Nowela bangga menyanyikan lagu The Spirit of Papua. Bagi Nowela, Lagu tersebut memberikan rasa bangga karena tanah Papua dikemas dan digambarkan dengan begitu indah dan dalam.

“Tanah kebanggaan saya. Bergetar hati saya saat tahu bahwa ini adalah karya yang tercetus dengan spontan tanpa persiapan apapun. Kata Alffy, karena ‘panggilan’ untuk menyuarakan luapan spirit yang terpendam di Papua. Edo kondologit sampai menangis, karena tidak membayangkan Papua bisa dikemas dengan seindah itu,” ujar Nowela dalam acara webinar bertajuk ‘The Spirit of Papua: Indonesian Cultural and National Identity’, Rabu (27/10/2021).

Selain Nowela, acara webinar ini dihadiri narasumber Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid dan Staf Khusus Wakil Presiden Masykuri Abdillah.

Karenanya, Nowela mengajak generasi muda Papua tetap berkarya di bidang masing-masing. “Saya sebagai seniman berusaha mengangkat Papua lewat Youtube channel. Mari kita jadi anak muda yang smart yang tidak terpancing dengan banyak isu,” imbuh pemenang Indonesia Idol ini.

Nowela mengaku sangat sedih terhadap aksi kekerasan di Papua oleh KKB. KKB adalah orang asli Papua tetapi tidak merepresentasikan seluruh orang papua. Menurut dia, KKB telah menyakiti hati orang papua serta KKB dan orang papua adalah hal yang sangat berbeda. KKB adalah oknum karena orang Papua adalah orang yang cinta damai dan tulus.

“Apapun yang sudah dilalui dan dinikmati di Papua adalah campur tangan dari Indonesia. Saya bangga Pak Jokowi meresmikan tonggak sejarah Jembatan Youtefa karena menghubungkan kawasan utama Kota Jayapura dengan Distrik Muara Tami. Dengan adanya jembatan tersebut transportasi menjadi mudah dan perekonomian lebih lancar. Saya bangga jadi orang papua dan bangga jadi orang Indonesia,” ungkap dia.

“Indonesia sangat sayang pada orang papua. Banyak sekali pintu-pintu yang dibuka seperti beasiswa. Mari Lakukan apa yang bisa kita lakukan dari hal-hal kecil mulai dari diri sendiri. Indonesia ibarat keluarga dan Jokowi adalah orang tua kita,” tutur dia menambahkan.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid yang mengatakan bahwa kebijakan pemerintah terhadap Papua sudah luar biasa. Meskipun, kata Jazilul, perlu ditingkatkan dengan melakukan pendekatan yang dekat dengan kultur Papua.

“Harapan saya, pemberdayaan Papua harus dekat dengan kultur masyarakat Papua. Papua memiliki kultur dan asal usul yang unik dibanding suku-suku lain, keunikan ini mendapat pengakuan dunia internasional seperti noken. Karenanya tidak hanya pendekatan kultur Papua, namun perlu dilanjutkan dengan diplomasi terkait Papua di dunia internasional, karena Papua juga kaya sumber daya alam. Diplomasi sangat penting karena seringkali Papua mendapatkan simpatik dari dunia internasional. Diplomasi terkait Papua juga harus disesuaikan untuk menepis kecemburuan dan anggapan adanya eksploitasi pusat terhadap daerah,” terang Jazilul dalam acara webinar tersebut.

Menurutnya, persoalan Papua tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan keamanan saja tetapi harus diselesaikan dengan pendekatan budaya. Dia mencontohkan upaya memaksimalkan peran pemuka agama seperti pastor untuk merangkul masyarakat di pedalaman. “Orang Papua di desa-desa cenderung lebih menghormati pemuka agama daripada pejabat lokal setempat,” kata dia.

Sedangkan Staf Khusus Wakil Presiden, Masykuri Abdillah menekankan bahwa di era Presiden Jokowi pendekatan terhadap Papua dilakukan dengan dialog dan affirmative action, yang memberikan banyak kekhususan untuk Papua. Masykuri mengakui pada pelaksanaannya dana Otsus belum digunakan secara maksimal karena mekanisme kontrolnya belum cukup. Karena itu, kata dia, dilakukan pendampingan dalam penggunaan dana Otsus Jilid II sehingga lebih efektif.

“Tema pemerintah saat ini adalah percepatan pembangunan dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan. Khususnya pada Otsus Jilid II, pemerintah berusaha melibatkan generasi muda karena masih ada sekelompok kecil anak muda belum merasa Indonesia. Tahun 2021 pemerintah sudah mengangkat 1.000 anak papua untuk bekerja di perusahaan BUMN di luar Papua” terang guru besar UIN Jakarta tersebut.

Masykuri yang merupakan tim percepatan pembangunan Papua, mengatakan terdapat strategi baru dalam mengatasi konflik di Papua, yakni dialog dengan local champion. Dengan strategi ini, kata dia, dialog melibatkan tokoh-tokoh dari berbagai kalangan, seperti tokoh agama, adat, pemuda, perempuan, perguruan tinggi, seniman, dan tokoh-tokoh lain yang memiliki pengaruh terhadap masyarakat Papua mengatasi konflik.

Menurutnya, dalam upaya mengatasi konflik di Papua, ada strategi baru yang diterapkan yaitu dialog dengan local champion, terdiri dari tokoh-tokoh dari berbagai kalangan, seperti tokoh agama, adat, pemuda, perempuan, perguruan tinggi, seniman, dan tokoh-tokoh lain yang memiliki pengaruh terhadap masyarakat papua, agar slogan ‘torang bisa’ betul-betul terwujud.

“Karena yang terpenting adalah bagaimana masyarakat Papua (dan Papua Barat) bisa segera sejahtera. Kita ingin slogan ‘torang bisa’ betul-betul terwujud,” kata Masykuri.

No More Posts Available.

No more pages to load.