Visinema Pictures kembali mengembangkan cerita dari semesta cerita Filosopi Kopi.

oleh -93 Dilihat

Visinema Pictures kembali mengembangkan cerita dari semesta cerita Filosopi Kopi. Tahun 2022 ini, cerita yang didasari dari novel karya Dee Lestari itu hadir dengan judul Ben & Jody yang dikembangkan lebih luas baik dari sisi cerita maupun genre yang diusung.

Ben & Jody merupakan lanjutan dari Filosofi Kopi 2, dimana Ben (Chicco Jerikho) memutuskan pulang ke kampung halamannya pasca keluar dari kedai Filosofi Kopi milik Jody (Rio Dewanto). Seiring dengan berkembangnya cerita, Angga Dwimas Sasongko juga mengubah memperluaa genre yang diusung menjadi action.

Saat poster dan trailer pada Rabu (5/1/2022), Chicco Jerikho menuturkan jika ide cerita Ben & Jody secara tidak langsung dicetuskan oleh mendiang Glenn Fredly. Dalam sebuah kesempatan, Chicco menuturkan jika Glenn memiliki keinginan membuat sebuah film action yang punya pesan kuat, tak sekedar adegan berkelahi. “Kalau ditanya ada nggak spiritnya (Glenn Fredly)? Ada di sini semua spiritnya Bung Glenn, stand for something, itu yang paling penting,” kata Chicco Jerikho di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dalam ceritanya, Ben & Jody menceritakan tentang perlawanan Ben dan kelompok petani di kampung halamannya yang lahannya diserobot perusahaan. Di waktu bersamaan Jody mempersiapkan konsep baru Filosofi Kopi yang akan segera launching.

Menjelang acara peluncuran, Ben yang dijadwalkan hadir tiba-tiba menghilang. Jody pun berangkat mencari Ben. Demi menyelamatkan Ben, mereka berhadapan dengan petualangan hidup dan mati melawan gerombolan pembalak liar pimpinan Tubir (Yayan Ruhian), sampai pertemuannya dengan kelompok kampung adat yang mengubah peta perlawanan mereka.

Chicco Jerikho menuturkan jika cerita Ben & Jody diracik dengan isu lingkungan, tentang pengalihfungsian lahan yang memang selama ini menjadi perhatian dan kepedulian mendiang Glenn Fredly. “Banyak sekali orang Indonesia yang mengalami ketidakadilan itu. Itu yang pengin kita capture (di film Ben & Jody),” katanya.

Apa yang diungkap Chicco Jerikho pun diamini oleh Angga Dwimas Sasongko. Menurutnya, tak cuma cerita, tapi penamaan tokoh-tokoh yang ada di film yang tayang pada 27 Januari 2022 itu pun secara tidak langsung terinspirasi dari sosok Glenn Fredly yang belum lama ini berpulang.

“Ini upaya kami memberikan banyak sekali pengaruh yang sangat Glenn Fredly. Misal, kenapa ada Wanaraja (nama lokasi di cerita), ada Rinjani (diperankan Hana Malasan) dan Tambora (diperankan Aghniny Haque) karena bung semasa hidupnya sangat dekat dengan isu masyarakat adat, dia dekat dengan isu lingkungan hidup. Bagaimana dia jadi orang terdepan waktu bikin aksi save kepulauan Aru dan melakukan perlawanan saat terjadi perusakan lingkungan di pulau Aru. Hal itu jadi memori dalam kepala kami yang mau kami translate jadi cerita film Ben & Jody ini sebagai bentuk perayaan terhadap hidupnya,” ungkap Angga Dwimas Sasongko.

No More Posts Available.

No more pages to load.