Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku senang dengan keputusan Pemerintah Pusat

oleh -269 views

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku senang dengan keputusan Pemerintah Pusat memperpanjang pemberlakuan pembatasan sosial kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali hingga 8 Februari 2021 mendatang. Menurut Ariza, PPKM telah memperkuat sinergisitas antara Jakarta dengan daerah-daerah sekitarnya dalam penanganan Covid-19.

“Itu yang kami senang sekali dengan dukungan pemerintah pusat selama ini yang memberikan perhatian dan membangun sinergisitas antara Jakarta dan Bodetabek,” ujar Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (22/1/2021).

Menurut Ariza, satu hal yang perlu diperkuat oleh pemerintah pusat dalam perpanjangan PPKM adalah meningkatkan fasilitas kesehatan untuk penanganan Covid-19 di daerah-daerah sekitar Jakarta khususnya Bodetabek. Pasalnya, 24 persen pasien yang dirawat di 101 Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Jakarta berasal dari Bodetabek dan 13 persen berasal dari luar Jabodetabek.

“Kami selama ini mendapat dukungan (fasilitas kesehatan) yang baik (dari pemerintah pusat), kami harapkan dukungan yang baik selama ini di Bodetabek dan daerah-daerah lain, mudah-mudahan ada peningkatan. Karena selama ini, antara 24 sampai 30 persen, warga yang dirawat di Rumah Sakit Jakarta berasal dari non-Jakarta,” imbuh Ariza.

Pemprov DKI, kata Ariza, tentunya akan menerima setiap warga negara Indonesia termasuk warga non-Jakarta, yang melakukan perawatan di RS rujukan Covid-19. Pihaknya akan memberikan pelayanan yang sama untuk semua warga Negara Indonesia. Namun, peningkatan fasilitas kesehatan di daerah-daerah luar Jakarta, menurut dia, akan mengurangi tingkat keterisian RS rujukan di Jakarta.

“Kami tentu akan memberikan dukungan, pelayanan sebaik mungkin kepada siapa saja warga negara Indonesia, apakah warga Jakarta, orang non Jakarta sekalipun yang melakukan perawatan di Jakarta,” tandas dia.

Lebih lanjut, Ariza mengatakan, dengan adanya PPKM, periodesasi PSBB antara Jakarta dengan daerah di luar Jakarta khususnya Jawa-Bali menjadi sama. Dia mengakui apa yang dilakukan pemerintah pusat sudah jauh melampaui apa yang diharapkan Pemprov DKI sebelumnya, yakni menyamakan waktu pelaksanaan PSBB Jakarta dan Bodetabek.

728×90 Leaderbord

Pemerintah pusat, kata dia, justru menyamakan waktu PSBB Jakarta dengan daerah-daerah Jawa-Bali, bukan hanya dengan Bodetabek.

“Lalu ternyata tidak hanya periodisasi PSBB, tetapi substansi kebijakannya juga disamakan, ini sudah luar biasa,” pungkas dia.