-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Slider

Latest News

News Feed Indeks Artikel

Google menghadirkan pembaruan pada Google Discover yang memungkinkan pengguna menyesuaikan isi umpan secara lebih langsung menggunakan bahasa alami.  Fitur ini memungkinkan pengguna memberi tahu Google topik atau tautan tertentu yang ingin lebih sering atau lebih jarang muncul di Discover, cukup dengan menyampaikannya menggunakan kata-kata sendiri.  Dikutip dari 9to5Google, melalui antarmuka berbasis prompt, pengguna dapat memasukkan instruksi mengenai konten yang ingin mereka lihat lebih banyak atau lebih sedikit.  Google juga dapat mengajukan pertanyaan lanjutan untuk memperjelas preferensi tersebut. Setelah pengguna memberikan instruksi, tampilan umpan Discover akan disesuaikan dengan cepat.  Preferensi yang diberikan juga akan diingat sehingga sistem dapat mempertahankan penyesuaian tersebut pada rekomendasi berikutnya. Fitur ini membuat personalisasi Google Discover terasa lebih interaktif.  Pengguna tidak lagi sepenuhnya bergantung pada algoritma untuk memahami minat mereka, tetapi dapat ikut menjelaskan secara langsung jenis konten yang dianggap relevan.  Setelah tersedia, pengguna dapat mengetuk tombol tiga titik atau kartu khusus untuk memasukkan prompt. Google sebelumnya telah menguji kemampuan ini sejak tahun lalu dan kini mulai meluncurkannya secara lebih luas dalam beberapa hari mendatang.  Mengubah Cara Pengguna Mengendalikan Umpan Google Discover selama ini bekerja dengan cara mempelajari pengguna dari aktivitas mereka. Sistem mengamati apa yang dibuka, dicari, diikuti, diabaikan, atau disembunyikan, kemudian menerjemahkan berbagai sinyal tersebut menjadi perkiraan mengenai konten yang kemungkinan ingin dilihat berikutnya.  Pendekatan tersebut memang membuat umpan menjadi personal, tetapi pengguna tidak selalu memiliki kendali langsung ketika rekomendasi mulai melenceng dari minat mereka.  Kontrol berbasis bahasa alami menawarkan mekanisme yang lebih sederhana. Pengguna dapat menjelaskan keinginannya secara langsung tanpa harus mengajarkan sistem melalui serangkaian tindakan kecil.  Perubahan ini juga memperlihatkan posisi Google Discover yang berada di antara mesin pencari dan umpan konten.  Discover tidak menunggu pengguna memasukkan kata kunci seperti pencarian Google, tetapi secara proaktif menyajikan konten yang dianggap menarik sebelum pengguna mencarinya.  Dengan adanya prompt, pengguna kini dapat ikut mengarahkan prediksi tersebut. Pengalaman menggunakan Discover pun menjadi lebih mirip percakapan, karena pengguna dapat menyampaikan preferensi dan sistem menyesuaikan rekomendasinya.  Google News Hadirkan Pengaturan Audio Briefing Selain pembaruan Google Discover, Google juga memperkenalkan kemampuan personalisasi untuk pengarahan audio harian di Google News.  Pengguna nantinya dapat memilih topik yang ingin dimasukkan ke dalam audio briefing dari sejumlah kategori. Pilihan tersebut mencakup berita utama, bisnis, hiburan dan gaya hidup, olahraga, sains dan teknologi, serta berbagai kategori lainnya.  Pengaturan juga dapat dibuat lebih spesifik di dalam setiap kategori. Pada bagian Hiburan, misalnya, pengguna dapat memilih topik, seperti seni dan desain, film, musik, teater, dan TV.  Dengan pilihan tersebut, pengarahan audio harian dapat disesuaikan dengan bidang yang paling ingin diikuti pengguna, sehingga informasi yang didengarkan tidak hanya berasal dari susunan berita umum.  Google Perkenalkan Tombol Sumber Pilihan untuk Penerbit Pembaruan lainnya ditujukan kepada penerbit. Google kini menawarkan tombol interaktif bernama sumber pilihan yang dapat disematkan di situs web penerbit.  Ketika pembaca mengklik tombol tersebut, publikasi akan ditambahkan sebagai sumber pilihan. Setelah itu, pembaca akan segera diarahkan kembali ke bagian terakhir yang mereka tinggalkan di halaman penerbit.  Fitur ini berlaku untuk korsel top stories di Google Search, ikhtisar AI, serta mode AI. Kehadiran tombol tersebut memberikan cara baru bagi penerbit untuk mendorong pembaca memilih publikasi mereka sebagai sumber yang lebih sering diakses.  Perubahan pada Google Discover juga membawa implikasi bagi penerbit dan merek. Preferensi pengguna berpotensi menjadi lebih aktif karena pembaca dapat menyatakan secara langsung topik yang mereka inginkan, bukan hanya memberikan sinyal melalui klik dan aktivitas lainnya.  Konten tetap perlu memiliki relevansi agar dapat muncul kepada pembaca. Namun, definisi relevansi berpotensi semakin dipengaruhi oleh apa yang secara eksplisit dikatakan pengguna kepada sistem, selain sinyal perilaku yang selama ini digunakan.  Bagi penerbit, kondisi tersebut membuat pemahaman terhadap kebutuhan audiens menjadi semakin penting. Konten yang sesuai dengan minat spesifik pengguna berpeluang mendapatkan tempat lebih baik dalam pengalaman personalisasi.  Pembaruan ini juga sejalan dengan perubahan antarmuka Google yang semakin banyak menggunakan AI dan bahasa alami.  Pengguna mulai diarahkan untuk menyampaikan instruksi secara langsung, bukan hanya mengandalkan menu, tombol, dan pengaturan konvensional.  Google Discover pada akhirnya tidak hanya menjadi sistem yang memprediksi apa yang ingin dibaca pengguna. Dengan kontrol berbasis prompt, pengguna dapat ikut menentukan arah umpan secara lebih jelas.

Google menghadirkan pembaruan pada Google Discover yang memungkinkan pengguna menyesuaikan isi umpan secara lebih langsung menggunakan bahasa alami. Fitur ini memungkinkan pengguna memberi tahu Google topik atau tautan tertentu yang ingin lebih sering atau lebih jarang muncul di Discover, cukup dengan menyampaikannya menggunakan kata-kata sendiri. Dikutip dari 9to5Google, melalui antarmuka berbasis prompt, pengguna dapat memasukkan instruksi mengenai konten yang ingin mereka lihat lebih banyak atau lebih sedikit. Google juga dapat mengajukan pertanyaan lanjutan untuk memperjelas preferensi tersebut. Setelah pengguna memberikan instruksi, tampilan umpan Discover akan disesuaikan dengan cepat. Preferensi yang diberikan juga akan diingat sehingga sistem dapat mempertahankan penyesuaian tersebut pada rekomendasi berikutnya. Fitur ini membuat personalisasi Google Discover terasa lebih interaktif. Pengguna tidak lagi sepenuhnya bergantung pada algoritma untuk memahami minat mereka, tetapi dapat ikut menjelaskan secara langsung jenis konten yang dianggap relevan. Setelah tersedia, pengguna dapat mengetuk tombol tiga titik atau kartu khusus untuk memasukkan prompt. Google sebelumnya telah menguji kemampuan ini sejak tahun lalu dan kini mulai meluncurkannya secara lebih luas dalam beberapa hari mendatang. Mengubah Cara Pengguna Mengendalikan Umpan Google Discover selama ini bekerja dengan cara mempelajari pengguna dari aktivitas mereka. Sistem mengamati apa yang dibuka, dicari, diikuti, diabaikan, atau disembunyikan, kemudian menerjemahkan berbagai sinyal tersebut menjadi perkiraan mengenai konten yang kemungkinan ingin dilihat berikutnya. Pendekatan tersebut memang membuat umpan menjadi personal, tetapi pengguna tidak selalu memiliki kendali langsung ketika rekomendasi mulai melenceng dari minat mereka. Kontrol berbasis bahasa alami menawarkan mekanisme yang lebih sederhana. Pengguna dapat menjelaskan keinginannya secara langsung tanpa harus mengajarkan sistem melalui serangkaian tindakan kecil. Perubahan ini juga memperlihatkan posisi Google Discover yang berada di antara mesin pencari dan umpan konten. Discover tidak menunggu pengguna memasukkan kata kunci seperti pencarian Google, tetapi secara proaktif menyajikan konten yang dianggap menarik sebelum pengguna mencarinya. Dengan adanya prompt, pengguna kini dapat ikut mengarahkan prediksi tersebut. Pengalaman menggunakan Discover pun menjadi lebih mirip percakapan, karena pengguna dapat menyampaikan preferensi dan sistem menyesuaikan rekomendasinya. Google News Hadirkan Pengaturan Audio Briefing Selain pembaruan Google Discover, Google juga memperkenalkan kemampuan personalisasi untuk pengarahan audio harian di Google News. Pengguna nantinya dapat memilih topik yang ingin dimasukkan ke dalam audio briefing dari sejumlah kategori. Pilihan tersebut mencakup berita utama, bisnis, hiburan dan gaya hidup, olahraga, sains dan teknologi, serta berbagai kategori lainnya. Pengaturan juga dapat dibuat lebih spesifik di dalam setiap kategori. Pada bagian Hiburan, misalnya, pengguna dapat memilih topik, seperti seni dan desain, film, musik, teater, dan TV. Dengan pilihan tersebut, pengarahan audio harian dapat disesuaikan dengan bidang yang paling ingin diikuti pengguna, sehingga informasi yang didengarkan tidak hanya berasal dari susunan berita umum. Google Perkenalkan Tombol Sumber Pilihan untuk Penerbit Pembaruan lainnya ditujukan kepada penerbit. Google kini menawarkan tombol interaktif bernama sumber pilihan yang dapat disematkan di situs web penerbit. Ketika pembaca mengklik tombol tersebut, publikasi akan ditambahkan sebagai sumber pilihan. Setelah itu, pembaca akan segera diarahkan kembali ke bagian terakhir yang mereka tinggalkan di halaman penerbit. Fitur ini berlaku untuk korsel top stories di Google Search, ikhtisar AI, serta mode AI. Kehadiran tombol tersebut memberikan cara baru bagi penerbit untuk mendorong pembaca memilih publikasi mereka sebagai sumber yang lebih sering diakses. Perubahan pada Google Discover juga membawa implikasi bagi penerbit dan merek. Preferensi pengguna berpotensi menjadi lebih aktif karena pembaca dapat menyatakan secara langsung topik yang mereka inginkan, bukan hanya memberikan sinyal melalui klik dan aktivitas lainnya. Konten tetap perlu memiliki relevansi agar dapat muncul kepada pembaca. Namun, definisi relevansi berpotensi semakin dipengaruhi oleh apa yang secara eksplisit dikatakan pengguna kepada sistem, selain sinyal perilaku yang selama ini digunakan. Bagi penerbit, kondisi tersebut membuat pemahaman terhadap kebutuhan audiens menjadi semakin penting. Konten yang sesuai dengan minat spesifik pengguna berpeluang mendapatkan tempat lebih baik dalam pengalaman personalisasi. Pembaruan ini juga sejalan dengan perubahan antarmuka Google yang semakin banyak menggunakan AI dan bahasa alami. Pengguna mulai diarahkan untuk menyampaikan instruksi secara langsung, bukan hanya mengandalkan menu, tombol, dan pengaturan konvensional. Google Discover pada akhirnya tidak hanya menjadi sistem yang memprediksi apa yang ingin dibaca pengguna. Dengan kontrol berbasis prompt, pengguna dapat ikut menentukan arah umpan secara lebih jelas.

Teknologi |
Agustus 22, 2026
Sabtu, 22 Agustus 2026 Agustus 22, 2026 WIB 0 Views
Last Updated 2026-08-21T18:31:03Z
   Selebritas Ruben Onsu siap menempuh jalur perdamaian, setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penipuan dan atau penggelapan di Polres Metro Jakarta Selatan

Selebritas Ruben Onsu siap menempuh jalur perdamaian, setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penipuan dan atau penggelapan di Polres Metro Jakarta Selatan

Peristiwa |
Agustus 22, 2026
Agustus 22, 2026 WIB 0 Views
Last Updated 2026-08-21T18:15:48Z
 Amerika Serikat (AS) selama beberapa pekan terakhir gencar mmendesak Uni Emirat Arab (UEA) untuk meningkatkan tekanan ekonomi

Amerika Serikat (AS) selama beberapa pekan terakhir gencar mmendesak Uni Emirat Arab (UEA) untuk meningkatkan tekanan ekonomi

Nasional |
Agustus 22, 2026
Agustus 22, 2026 WIB 0 Views
Last Updated 2026-08-21T18:08:25Z
   FTSE Russell mengubah komposisi saham Indonesia berdasarkan hasil Tinjauan Semi-Tahunan FTSE Global Equity Index Series

FTSE Russell mengubah komposisi saham Indonesia berdasarkan hasil Tinjauan Semi-Tahunan FTSE Global Equity Index Series

Artikel |
Agustus 22, 2026
Agustus 22, 2026 WIB 0 Views
Last Updated 2026-08-21T18:00:52Z
 KecelakaKecelakaan beruntun lima kendaraan terjadi di Jalan Raya Puncak-Cianjur, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

KecelakaKecelakaan beruntun lima kendaraan terjadi di Jalan Raya Puncak-Cianjur, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

Nasional |
Agustus 22, 2026
Agustus 22, 2026 WIB 0 Views
Last Updated 2026-08-21T17:52:23Z

Artikel Pilihan Lihat Selengkapnya

Penanganan Gempa NTT Hari Ketujuh, 5.832 Personel TNI Dikerahkan dan 638 Ton Bantuan Disalurkan*

Penanganan Gempa NTT Hari Ketujuh, 5.832 Personel TNI Dikerahkan dan 638 Ton Bantuan Disalurkan*

Nasional |
Agustus 21, 2026
Jumat, 21 Agustus 2026 Agustus 21, 2026 WIB 0 Views
Last Updated 2026-08-21T15:04:05Z
TNI Kerahkan 3 Pesawat Bantu Modifikasi Cuaca untuk Penanganan Karhutla di Kalimantan

TNI Kerahkan 3 Pesawat Bantu Modifikasi Cuaca untuk Penanganan Karhutla di Kalimantan

Nasional |
Agustus 21, 2026
Agustus 21, 2026 WIB 0 Views
Last Updated 2026-08-21T11:36:57Z