Menyusui adalah momen berharga yang memberikan banyak manfaat bagi bayi dan ibu. Melansir dari OSF Health Care, selain memberikan nutrisi yang sempurna, menyusui juga mempererat ikatan emosional antara keduanya. Namun, perjalanan menyusui terkadang tidak selalu mulus, terutama ketika bayi menunjukkan tanda-tanda alergi atau sensitivitas terhadap makanan tertentu.
Bayi yang sensitif terhadap makanan mungkin mengalami gejala seperti ruam kulit, muntah, diare, atau bahkan tangisan yang sulit dihentikan. Kondisi ini tentu bisa membuat ibu merasa cemas dan bertanya-tanya apa yang salah. Salah satu penyebabnya bisa berasal dari makanan yang dikonsumsi oleh ibu menyusui.
Meskipun tidak semua bayi akan mengalami masalah ini, ada baiknya mengetahui jenis makanan yang berpotensi memicu reaksi alergi pada bayi. Dengan begitu, langkah pencegahan bisa dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan si kecil. Dilansir dari Australian Breastfeeding Association, berikut ini makanan yang perlu dihindari oleh ibu menyusui dengan bayi yang mempunyai alergi.
Susu Sapi dan Produk Olahannya
Susu sapi adalah salah satu penyebab alergi paling umum pada bayi. Protein dalam susu sapi dapat masuk ke dalam ASI dan memicu reaksi alergi pada bayi yang sensitif. Beberapa gejala yang mungkin muncul adalah muntah, diare, kolik, atau ruam kulit.
Jika ada tanda-tanda ini, cobalah untuk menghindari konsumsi susu sapi, keju, yogurt, atau produk lain yang mengandung susu. Sebagai pengganti, bisa memilih susu berbahan dasar tumbuhan seperti susu almond atau oat, tetapi pastikan juga untuk memeriksa kandungannya agar tetap aman bagi bayi.
Perhatikan juga respons bayi setelah perubahan pola makan dilakukan. Jika gejalanya membaik, ada kemungkinan besar susu sapi adalah pemicunya.
Makanan Laut dan Telur
Makanan laut, terutama kerang dan ikan tertentu, serta telur juga menjadi salah satu penyebab alergi yang cukup umum. Protein alergen dalam makanan ini bisa menimbulkan reaksi seperti gatal-gatal, pembengkakan, hingga gangguan pencernaan pada bayi.
Cobalah untuk membatasi konsumsi makanan laut atau telur selama beberapa waktu jika bayi menunjukkan gejala alergi. Jika kondisi bayi membaik, perlahan-lahan makanan ini bisa diperkenalkan kembali untuk memastikan apakah benar menjadi pemicu alergi.
Namun, jika reaksi alergi yang terjadi cukup berat, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan panduan lebih lanjut.
Makanan yang Memicu Gas pada Bayi
Beberapa makanan diketahui dapat memicu gas pada bayi melalui ASI. Sayuran seperti kubis, kembang kol, dan bawang bombay sering kali menjadi penyebab utama. Meski sehat, makanan ini sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas, terutama jika bayi menunjukkan gejala kembung atau kolik.
Selain itu, kafein yang terdapat pada kopi, teh, dan cokelat juga perlu dibatasi. Kafein bisa membuat bayi menjadi lebih gelisah dan sulit tidur. Jika menyukai kopi, cobalah menggantinya dengan teh herbal yang lebih menenangkan.
Perhatikan juga konsumsi produk olahan susu. Beberapa bayi sensitif terhadap protein susu sapi yang bisa terkandung dalam ASI. Jika bayi terlihat rewel setelah ibu mengonsumsi produk susu, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter anak.