Pada hari ketiga Lebaran 2025, arus kendaraan menuju Sukabumi, Jawa Barat, mengalami lonjakan signifikan. Jumlah kendaraan yang melintas di Tol Bocimi meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan hari sebelumnya.
Berdasarkan data kepolisian, sebanyak 3.260 kendaraan tercatat melewati Exit Tol Bocimi GT Parungkuda pada Rabu (2/4/2025), naik lebih dari 100% dibandingkan hari sebelumnya yang hanya mencapai 1.234 kendaraan.Kemacetan akibat lonjakan ini membuat para pengemudi harus mengantre selama 2-3 jam untuk keluar dari tol.
"Saya mau ke Sukaraja pulang kampung dari Karawang. Di sini sudah dua jam antre, masih sekitar dua kilometer lagi ke pintu tol keluar," ujar salah satu pengemudi Fikri Patudin.
Ia berharap ruas Jalan Nasional Sukabumi-Bogor dapat diperlebar seiring dengan keberadaan exit Tol Bocimi, agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.
"Harapannya jalan ke arah Sukabumi ini diperlebar lagi supaya lebih lancar, karena setiap mudik pasti macet," tambahnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Sukabumi AKP Arif Saepul Haris menjelaskan, selain lonjakan volume kendaraan, kemacetan juga dipicu oleh banyaknya persimpangan yang menjadi titik rawan perlambatan.
Beberapa titik yang mengalami kepadatan, di antaranya adalah Jembatan Angkrong, Simpang Angkrong, Simpang Palasari, SPBU Ongkrak, Simpang Cikidang, Jembatan Pamuruyan, Simpang Nagrak, dan Simpang Ratu.
Untuk mengurangi dampak kemacetan, Satlantas Polres Sukabumi telah menempatkan personel di berbagai titik strategis guna mengatur arus lalu lintas.
“Kami telah mengerahkan petugas di sejumlah titik untuk memastikan arus kendaraan tetap mengalir dan menghindari kemacetan parah,” jelas Arif.
Petugas memperkirakan lonjakan kendaraan di Tol Bocimi masih akan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama menjelang puncak arus balik Lebaran.