Komisi I DPRD Pesawaran Investigasi dan Tim Inspektorat Lakukan Pemeriksaan di Tanjung Rejo

Lampung1237 Dilihat

 

PESAWARAN – Geger pembagian beras dari Menteri Ketahanan Pangan RI berupa beras 10 Kg/KPM, karena diduga terjadi penyelewengan yang dilakukan oleh operator Desa Tanjung Rejo Way Khilau Kabupaten Pesawaran.

Hal tersebut ditindak lanjuti oleh Komisi I DPRD Pesawaran dan tim untuk Investigasi dan diperiksa langsung oleh Inspektorat Pesawaran, Kamis (11/05/2023).

Pasca viralnya dugaan penyaluran beras yang dimanipulasi oleh sang operator desa dengan dalih bingung menetapkan nama penerima, dirinya membuat skenario yang dilakukan olehnya terkuak.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Komisi I DPRD Pesawaran Subhan Wijaya saat dikonfirmasi mengatakan, hasil obrolan hari ini bersama dengan aparatur pemerintah desa setempat, diketahui bahwasanya yang menyalurkan bantuan beras dari Kementerian Ketahanan Pangan ini adalah operator Desa (Edi,red) atas perintah Kepala Desa.

”Menurut keterangan RT yang membagikan ke masing-masing masyarakat, mereka bingung karena nama painah salah satu contohnya ada 3 orang sehingga mereka bagikan ke yang paling tidak mampu, itu cerita mereka”, terang Ketua Komisi I DPRD Pesawaran itu.

Masih kata Subhan Wijaya, kalau memang yang jadi permasalahan beras itu sampainya 5 Kg tinggal ditambahkan sisanya kepada KPM, maka masalah ini selesai.

”Pastinya kembalikan sisanya kepada penerima dan jika sudah diterima selesai masalahnya”, simpulnya.

Di waktu yang hampir bersamaan Yusman selaku Kepala Desa Tanjung Rejo mengatakan, bahwasanya pembagian bantuan beras tersebut, diserahkan kepada Operator Desa untuk menyalurkan ke KPM.

”Saat beras datang saya perintahkan operator desa untuk menyalurkan bantuan ini sesuai data yang ada di KPM. Saya tidak tau tehnis apa yang digunakan operator untuk membagikan beras tersebut, karena laporannya beres sesuai juknis”, kilahnya.

Sementara itu operator Desa Tanjung Rejo Edy saat akan dikonfirmasi usai kehadiran komisi I DPRD Pesawaran serta Tim inspektorat menghindar dari awak media disekira pukul 12.30 WIB.

”Tadi kan sudah dengan Kepala Desa”, saat didekati media, “Nanti saya kesana dulu dan kembali ke Balai Desa”, ujarnya sambil berjalan.

Namun, hingga jam kerja Kantor Desa berakhir tak satupun nampak aparatur desa kembali kekantor Balai Desa Tanjung Rejo termasuk Edi, hingga berita ini diterbitkan. (Bram/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *