Pertandingan sepak bola Liga 3 yang menentukan babak 32 Besar nasional di Stadion Canda Bhirawa, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, berakhir dengan kericuhan

Pertandingan sepak bola Liga 3 yang menentukan babak 32 Besar nasional di Stadion Canda Bhirawa, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, berakhir dengan kericuhan

Olahraga42 Dilihat

Pertandingan sepak bola Liga 3 yang menentukan babak 32 Besar nasional di Stadion Canda Bhirawa, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, berakhir dengan kericuhan pada Rabu (8/5/2024) sore. Kericuhan meletus karena ketidakpuasan pemain PSIK Klaten terhadap hasil akhir pertandingan melawan Persedikab Kediri.

Para pemain PSIK mengejar dan menyerang wasit, Heru Tri Cahyono, yang memimpin pertandingan. Aksi tersebut membuat wasit asal Kabupaten Bandung itu terpaksa melarikan diri dari serangan pemain PSIK Klaten.

Skor akhir pertandingan tersebut berakhir imbang 1-1 antara Persedikab dan PSIK Klaten. Ketua Panitia Pelaksana (Panpel), Mursalim, mengonfirmasi kejadian kericuhan tersebut yang terjadi pada pertandingan penentuan lolos ke babak 32 besar Liga 3 Nasional.

“Kericuhan terjadi antara pemain PSIK Klaten dan perangkat pertandingan, bukan dengan pihak lain,” ujar Mursalim  pada Rabu (8/5/2024).

Mursalim menjelaskan kericuhan itu terjadi secara spontan dan cepat setelah wasit meniup peluit akhir pertandingan. Bahkan, sebelum peluit akhir pertandingan berakhir, para pemain PSIK Klaten sudah berlarian untuk mengejar wasit.

Sejumlah steward atau tim keamanan berhasil menghalau amarah para pemain PSIK, baik yang telah bertanding maupun yang berada di bangku cadangan.

“Wasit melarikan diri, dan tim steward kami siap untuk mengendalikan situasi. Semua perangkat pertandingan aman,” jelasnya.

Mursalim menduga kericuhan dipicu oleh ketidakpuasan pemain PSIK Klaten terhadap keputusan wasit dalam pertandingan tersebut.

“Jika pertandingan berakhir imbang, PSIK Klaten akan gagal melaju ke babak 32 Besar Liga 3 nasional,” tambahnya.