Serial drama Korea Docter Cha yang tengah populer menerima kritik karena penggambaran penyakit Crohn yang dinilai penonton menyakiti perasaan pasien

Diva News519 Dilihat

 Serial drama Korea Docter Cha yang tengah populer menerima kritik karena penggambaran penyakit Crohn yang dinilai penonton menyakiti perasaan pasien dan keluarganya.

Dalam episode tujuh yang tayang pada 6 Mei 2023 diperlihatkan pihak keluarga tak menerima kondisi pasien atas penyakit yang dideritanya. Penggambaran penyakit Crohn yang tak gamblang juga kalimat yang diucapkan sang aktor juga mendapat sorotan keras, seperti menyebut penyakit tersebut mengerikan juga menyusahkan hidup orang lain.

Atas hal tersebut, pihak produksi serial drama Korea Doctor Cha menyampaikan permintaan maaf karena telah menyakiti perasaan pasien dan keluarga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemirsa yang menonton Doctor Cha dengan penuh kasih sayang, dan kami ingin meminta maaf karena telah menyakiti perasaan pasien dan keluarga mereka dengan siaran episode 6 Mei yang berhubungan dengan penyakit tertentu,” kata tim produksi Doctor Cha, dikutip dari laman Soompi, Jumat (12/5/2023).

Penjelasan

Dalam pernyataannya, tim produksi mengakui kesalahan terkait dialog yang diucapkan aktornya dapat menimbulkan persepsinegatif.

“Episode itu dimaksudkan untuk berbicara tentang kasus tertentu dari seorang pasien dengan komplikasi kronis yang parah di antara gejala penyakit Crohn, tetapi dalam perkembangan cerita, penjelasan bahwa ini bukan kasus penyakit Crohn yang khas tidak cukup,” tuturnya.

Tak Ada Niat Menyakiti

Diakhir pernyataannya, tim produksi berjanji akan lebih berhati-hati agar penonton bisa menukmati pertunjukkan dengan nyaman.

Tim produksi “Doctor Cha” ingin mengklarifikasi bahwa tidak ada niat sama sekali untuk mengatasi rasa sakit dan depresi pasien yang berjuang melawan penyakit tersebut, dan kami akan lebih berhati-hati dalam memproduksi drama sehingga ada tidak ada ketidaknyamanan saat menonton.

“Kami gagal memperhatikan fakta bahwa kalimat yang diucapkan oleh karakter yang tidak memiliki keahlian medis dengan tujuan menyalahkan pasien dapat menumbuhkan persepsi negatif terhadap penyakit tertentu,” lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *